BUNYI, KELAS VIII, SEMESTER 2

6.2 Mendeskripsikan konsep bunyi dalam kehidupan sehari-hari
  1. MEMBEDAKAN INFRASONIK, ULTRASONIK DAN AUDIOSONIK
    • Bunyi adalah gelombang longitudinal yang dapat merambat melalui zat padat, cair dan gas.
    • Sumber bunyi adalah benda-benda yang menghasilkan bunyi. Contoh: gitar, piano, gendang dan lonceng.
    • Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi:
      • Infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz. Bunyi ini dapat didengar oleh jangkrik dan anjing.
      • Ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya lebih dari 20.000 Hz. Bunyi ini dapat didengar oleh kelelawar dan lumba-lumba.
      • Audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya antara 20 Hz - 20.000 Hz. Bunyi ini dapat didengar oleh manusia.
  2. KARAKTERISTIK GELOMBANG BUNYI
    • Timbre (warna bunyi) adalah bunyi khas suatu benda yang bergetar karena cara bergetarnya benda tersebut. Contoh: Suara seorang laki-laki berbeda dengan suara seorang perempuan meskipun frekuensinya sama.
    • Nada adalah bunyi yang frekuensinya beraturan dan sama untuk setiap detiknya. Tinggi nada dipengaruhi oleh frekuensi.
    • Perbandingan frekuensi atau interal nada:
      c          d          e          f           g          a          b          c
      24        27        30        32        36        40        45        48
      Frekuensi yang digunakan sebagai nada dasar adalah nada a dengan frekuensinya = 440 Hz
  3. RESONANSI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
    • Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain.
    • Resonansi dapat terjadi bila:
      • frekuensi benda sama dengan frekuensi sumber getar
      • benda berselaput tipis
      • tinggi ruang udara kelipatan ganjil dari seperempat panjang gelombang sumber getar.
    • Resonansi terjadi pada kentongan, gitar, biola, dan gamelan.
  4. MENGUKUR LAJU BUNYI
    • Cepat rambat bunyi adalah jarak antara sumber bunyi dan pendengar dengan selang waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat.
    • Rumus: v = s
                            t
      Keterangan: v = cepat rambat bunyi (m/s), s = jarak sumber bunyi (m), t = waktu (s)
    • Contoh soal:
      Bunyi petir terdengar 2 detik setelah kilatan cahaya terlihat. Jika cepat rambat bunyi di udara 300 m/s, berapakah jarak sumber bunyi ke pengamat?
      Pembahasan:
      s = v x t = 300 m/s x 2 = 600 m
    • Kedalaman laut dapat di ukur dengan menggunakan gelombang ultrasonik
    • Rumus: d = v x t
                              2
      Keterangan: d = kedalaman laut (m), v = cepat rambat bunyi (m/s), t = waktu (s)
    • Contoh soal:
      Selang waktu gelombang ultrasonik dipancarkan sampai diterima kembali 0,6 s. Jika cepat rambat bunyi dalam air 1500 m/s, maka berapakah kedalaman laut?
      Pembahasan:
      d = v x t = 1500 m/s x 0,6 s = 900 m/s = 450 m
              2                   2 s                       2 s
  5. PEMANFAATAN DAN DAMPAK PEMANTULAN BUNYI
    • Hukum pemantulan bunyi:
      • bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu bidang datar
      • sudut datang sama dengan sudut pantul
    • Manfaat pemantulan bunyi:
      • menentukan cepat rambat bunyi di udara
      • menentukan lapisan-lapisan bayuan
      • mendeteksi cacat dan retak pada logam
      • mengukur kedalaman logam 
      • mengukur kedalaman laut
    • Macam-macam bunyi pantul:
      • gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli, terjadi bila jarak antara sumber bunyi dengan dinding pemantul jauh.
      • gaung adalah bunyi pantul yang terdengar sebagian bersamaan bunyi asli, terjadi bila jarak antara sumber bunyi dengan dinding pemantul agak jauh.
      • bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli.

0 Response to "BUNYI, KELAS VIII, SEMESTER 2"

Post a Comment

Artikel terbaru

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel